Bonjour!
Ada kalanya jarum piringan hitam kita hanya berputar di tempat, tidak menghasilkan lagu, hanya suara static yang lembut. Hari ini, saya memutuskan untuk memberikan ruang bagi suara static itu.
Kadang kita terlalu fokus pada "apa yang harus dicapai" atau "apa yang baru saja dirayakan", sampai kita lupa bagaimana rasanya hanya duduk diam tanpa rencana. Tanpa jadwal latihan, tanpa target bab yang harus dibaca, dan tanpa ekspektasi dari siapapun.
The Low-Fidelity Life
Seharian ini, saya hanya ingin menjadi pendengar. Mendengarkan suara hujan yang tidak kunjung reda, mendengarkan detak jam dinding yang biasanya tertutup bisingnya pikiran, dan mendengarkan apa yang sebenarnya diinginkan oleh hati saya saat sedang tidak sibuk menjadi "pelajar" atau "bagian dari sebuah angkatan".
Saya menemukan kembali kebahagiaan dalam hal-hal yang tidak punya tenggat waktu. Menulis satu paragraf yang tidak harus bermakna, menyeduh teh yang sedikit terlalu pahit, atau sekadar menatap langit sampai warnanya berubah dari oranye menjadi biru gelap.
Ternyata, masa muda bukan cuma soal berlari kencang. Ada bagian dari masa muda yang justru baru bisa kita rasakan saat kita berhenti sejenak untuk bernapas.
Now Playing: The Quiet Companion
🎶 Laufey - From The Start
Lagu ini punya nuansa jazz yang klasik dan ringan. Suara Laufey yang lembut seperti sedang bercerita di samping telinga kita tentang hal-hal sederhana. Mendengarkannya membuat saya merasa seperti berada di dalam film lama yang diputar dengan kecepatan lambat. Sangat pas untuk menemani sore yang sunyi ini.
Pada akhirnya, tidak semua halaman dalam jurnal ini harus berisi kemenangan besar atau foto-foto yang ramai. Beberapa halaman memang diciptakan untuk menjadi kosong, memberi kita ruang untuk sekadar ada, sebelum akhirnya kita kembali memutar lagu berikutnya dengan semangat yang baru.
Let's keep the record spinning,
K,
February, 02 2026
@ credit picture from pinterest

Tidak ada komentar
Posting Komentar